27/06/13

NgAlaNtuR

punya blog tapi gag tau buat ngisi apa......
hanya jdi halaman kosong yang tak pernah dijamah,
hmmmm secara apapun aq belum tahu dan belum merasakan manfaat punya blog..
hanya dibuka dan ditutup, tapi ga ada perubahan,
pengen nge-post "sesuatu" tapi apa??? katanya *nothing et al.. hehe
kayag gini nie yang ga punya kerjaan,, dihadapan laptop bengong liatin status...
yeee,, tiba2 ngakak sendiri,,,
liat lagiiii,, aaarrrggggh,, marah, sebel, BT, eh,, akhirnya galau juga deeh...
abdet statuss,,,
"aq galau"
baru aja di-post ehh,, udh 10 jempol di muka... hmmm
ada yang koment
A : "knpa dek??"
B : "hari gini mcih galau aja"
dll
anehnya ga tau kenapa balesannya
"@A: Gpp kugk"
"@B: iya dunk, kan lagi ngetrend2a tuh"
and bla...bla..bla..
hmmm galau lagii
"huft"
.
.
.
.
.
.
.ahhh... ga usah dicritakan deh, kalian tentunyaa udah fahim about it..
okeyy, dan akirnya aq buat tulisan ga jelas di blog saya ini...
ga ada ide, ga ada ilmu nya...
kapan ya aq bisa jadi seperti mereka,,
jadi pahlawan, berguna bagi bangsa dan negara serta agama... begitulah doa orang tua kepada kita,,,
jadi sosok (wuiihh) yang menyenangkan, punya crita segudang sampe2 sehari semalem ga habis2 didengerin,,,
tapi aq maunya simple, ga lebay kyak gtu..
menurutku, cukup jadi wanita yang wanita..
ahh,, maksudnya gimna ya jelasinnya...
jadi, bukan hanya jenis kelaminnya wanita, tetapi juga perilakunya, akhlaq nya, Subhanallah....
heeemmmmm.... angin apa ya yang dapat membuat aq segera berubah...
hampir semester akhir tapi belum menemukan jadi diri,,,
nah loo... apa lagi tuh jati diri,,
hmmmm...kalo menurut aq, jati itu pohon dan diri itu jiwa. sehingga jati diri adalah jiwanya pohon...
heleeeehh ngaco aja... (hehe)
secara filosofis nih ya (cieeee),,,,, pohon itu pasti punya akar,,
disini pohon jati mempunyai akar tunggang (bener ga yah???) yang kokoh tentunya untuk menyangga batangnya, memberi suply air dan garam mineral demi keberlangsungan hidupnya. (wiiihhh mantepp.. heeheh)
dimana akar itu punya pengaruh yang kuat terhadap hidup/matinya, tanpa akar yang kuat pasti dia akan tumbang, selain itu akar itu bermanfaat bagi yang lain seperti mencegah longsor, banjir,dll.
jadi dalam konteks ini, jati diri itu merupakan sebuah sumber kekuatan yang ada dalam diri manusia, dimana dia mengetahui potensi-potensi mana yang cocok untuk dirinya, yang dapat membawa bermanfaat bagi orang-orang disekelilingnya. Wallahu'alam....

hmmmm,, segitu dulu dehh,, semoga bermanfaat... heheehe
[maaf, tema berantakan :)]
bye...byee....

10/07/12

EnerGi


Kompetensi Dasar :
5.3  Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
ENERGI, USAHA dan DAYA

A. Pengertian Energi
Saat kamu berolahraga, misalnya berlari dan kamu mengeluarkan tenaga untuk itu. Otot-otot tubuhmu mengubah energi kimia yang diperoleh dari makanan menjadi energi otot yang digunakan untuk bergerak. Setelah berlari jauh, kamu pasti lelah dan beristirahat karena otot-otot tubuhmu sudah tidak dapat memberikan energi untuk berlari lagi. Sehingga kamu harus beristirahat, makan dan minum untuk mengganti energi dalam tubuhmu.
Dalam ilmu fisika, energi didefinisikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Energi merupakan suatu besaran turunan yang menurut SI satuan energi adalah Joule (J). Satuan energi yang lain adalah erg dan kalori (kal).

B. Bentuk-Bentuk Energi
Energi dapat tampil dalam berbagai bentu, antara lain sebagai berikut :
1.      Energi panas (kalor), yaitu energi yang timbul dari energi kinetik suatu benda.
2.      Energi listrik, yaitu energi yang terdapat dalam arus listrik. Alat-alat yang menghasilkan arus listrik antara lain aki, baterai dan generator.
3.      Energi bunyi, yaitu energi yang dihasilkan oleh bend-benda yang bergetar
4.      Energi cahaya, yaitu energi yang dihasilkan oleh benda-benda yang menghasilkan cahaya, misalnya cahaya matahari, lampu dan api.
5.      Energi nuklir, yaitu energi yang dihasilkan oleh bahan-bahan radioaktif.
6.      Energi kimia, yaitu energi yang diperoleh dari hasil pembakaran. Energi kimia terdapat dalam makanan, bahan bakar seperti bensin, minyak tanah, solar, kayu dan lain-lain.
7.      Energi mekanik, yaitu energi yang terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
8.      Energi kinetik, yaitu energi yang dimiliki suatu benda yang bergerak.
9.      Energi potensial, yaitu energi yang dimiliki oleh suatu benda karena kedudukanya.

C. Perubahan Bentuk Energi

Sebelumnya kita telah mempelajari perubahan bentuk energi. Pada materi perubahan bentuk energi telah disebutkan bahwa energi tidak hilang atau habis, namun mengalami perubahan menjadi bentuk energi lain. Energi juga tidak dapat dimunculkan tanpa menimbulkan perubahan bentuk energi lainnya.Banyaknya energi yang berubah menjadi bentuk energi lain sama dengan banyaknya energi yang berkurang sehingga total energi dalam sistem tersebut adalah tetap.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah bentuk menjadi bentuk energi lain. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum kekekalan energi. Suatu bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi yang lain. Perubahan bentuk energi yang biasa dimanfaatkan sehari-hari antara lain sebagai berikut:

  • Energi listrik menjadi energi kalor. Contoh perubahan energi listrik menjadi energi kalor terjadi pada mesin pemanas ruangan, kompor listrik, setrika listrik, heater, selimut listrik, dan solder.
  • Energi mekanik menjadi energi kalor. Contoh perubahan energi mekanik menjadi energi kalor adalah dua buah benda yang bergesekan. Misalnya, ketika kamu menggosok-gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasa panas.
  • Energi mekanik menjadi energi bunyi. Perubahan energi mekanik menjadi energi bunyi dapat terjadi ketika kita bertepuk tangan atau ketika kita memukulkan dua buah benda keras.
  • Energi kimia menjadi energi listrik. Perubahan energi pada baterai dan aki merupakan contoh perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
  • Energi listrik menjadi energi cahaya dan kalor. Perubahan energi listrik menjadi energi cahaya dan kalor terjadi pada berpijarnya bohlam lampu. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lainnya, misalnya kalor. Coba dekatkan tanganmu ke bohlam lampu yang berpijar! Lama kelamaan tanganmu akan merasa semakin panas.
  • Energi cahaya menjadi energi kimia. Perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dapat kita amati pada proses pemotretan hingga terbentuknya foto.
  • Energi listrik menjadi energi gerak. Perubahan energi listrik menjadi energi gerak misalnya pada kipas angin, motor listrik, bor listrik, gergaji listrik, dan lain-lain.

D. Energi Mekanik
  • Energi Kinetik
Setiap benda yang bergerak memiliki energi kinetik. Dengan demikian, energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena geraknya. Misalnya, angin yang bertiup dapat menggerakkan kincir angin. Energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak disebut dengan energi kinetik. Kita tahu bahwa motor melaju lebih cepat daripada truk. Hal ini disebabkan massa motor lebih kecil dibandingkan massa truk. Akibatnya, untuk dapat melaju lebih cepat truk tersebut membutuhkan energi yang lebih besar.
Jadi, semakin besar massa suatu benda maka energi kinetiknya akan semakin besar. Semakin cepat benda itu bergerak, energi kinetiknya juga semakin besar. Besarnya energi kinetik suatu benda ditentukan oleh besar massa benda dan kecepatan geraknya. Hubungan antara massa benda (m), kecepatan (v), dan energi kinetik (Ek) dituliskan secara matematis dalam rumus berikut.
  • Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda karena kedudukannya terhadap tanah. Misalnya, pada peristiwa jatuhnya buah mangga. Ketika buah mangga terjatuh, buah mangga tersebut memiliki energi kinetik karena geraknya. Akan tetapi ketika buah mangga masih berada di pohon, buah mangga tersebut memiliki energi potensial karena kedudukannya terhadap tanah.
Sedangkan, saat buah mangga menyentuh tanah, energi potensialnya nol karena kedudukannya terhadap tanah nol. Semakin besar massa benda maka semakin besar energi potensial yang dimilikinya. Semakin tinggi letaknya, energi potensial yang dimiliki juga semakin besar. Besarnya energi potensial dapat dirumuskan sebagai berikut :

·          Energi Mekanik

Energi mekanik yaitu energi yang dimiliki benda karena gerak maupun kedudukan. Jika benda bergerak dan beada pada ketinggian tertentu, maka energi mekaniknya merupakan gabungan dari energi potensial dan energi kinetik. Namun, apabila benda diam pada ketinggian tertentu, maka energi mekaniknya sama dengan energi potensialnya, karena energi kinetik sama dengan nol ( Ep = Ek ).
Besarnya energi mekanik merupakan penjumlahan antara besarnya energi kinetik dengan energi potensial. Energi mekanik yang dimiliki suatu benda dapat ditulis secara matematis sebagai berikut :



E. Sumber-Sumber Energi

Kamu telah mengetahui tentang berbagai bentuk energi, seperti energi kimia, mekenik,kalor, bunyi, cahaya, listrik, dan nuklir. Bentuk-bentuk energi tersebut berasal dari sumber energi, misalnya energi kimia dari makanan, energi listrik dari air. Sumber energi yang paling utama adalah matahari. Sebagian besar sumber energi yang kita gunakan adalah berasal dari BBM seperti minyak tanah, solar, bensin, dan gas alam. Selain makanan, air dan matahari, kita mengenal sumber energi lain yang dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1.      Sumber energi yang dapat diperbarui, yaitu sumber energi yang tidak akan habis jika dikelola dengan baik. Contoh : air, tanah, dan sumber energi hewani.
2.      Sumber energi yang tidak dapat diperbarui, yaitu sumber eergi yang bisa habis apabila dieksploitasi secara terus-menerus. Contoh : gas alam, minyak bumi, panas bumi, dan batu bara.
Untuk mengatasi agar kita tidak kehabisan sumber energi maka dilakukan upaya sebagai berikut :
1.      Konservasi, yaitu menggunakan energi secara efisien dan rasional.
2.      Intensifikasi, yaitu meningkatkann atau mengembangkan sumber energi.
3.      Diversifikasi, yaitu upaya penganekaragaman sumber energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.
Sumber energi BBM dan gas bumi termasuk energi yang tidak dapat diperbarui. Sebab BBM dan gas bumi habis diharapkan sudah ada sumber energi pengganti. Adapun sumber energi pengganti yang dapat dimanfaatkan antara lain : energi matahari, energi pasang surut air laut, energi air terjun, energi batu bara, energi nuklir, energi koversi panas samudra (OTEC : Ocean Thermal Energy Conversion), energi panas bumi, energi air, energi angin, energi biomassa/biogas.
F. Usaha
Kata usaha sudah tidak asing lagi bagi kita. Apa sebenarnya usaha itu? Sering kali kita mendengar orang berkata bahwa untuk mencapai suatu tujuan tertentu maka kita harus melakukan kerja atau usaha. Dalam fisika, usaha didefinisikan sebagai hasil kali antara besarnya gaya yang diberikan pada benda dengan besar perpindahan benda tersebut. Usaha merupakan besaran skalar karena tidak memiliki arah dan hanya memiliki besar.
Usaha dalam fisika dikatakan bernilai jika usaha yang dilakukan menghasilkan perubahan kedudukan. Ketika sebuah gaya bekerja pada suatu benda sehingga menimbulkan perpindahan benda, dikatakan bahwa gaya melakukan usaha pada benda tersebut. Jika gaya sebesar F yang dapat menyebabkan balok berpindah sejauh s terletak pada sebuah garis lurus maka besarnya usaha W dapat dirumuskan sebagai berikut :

G. Hubungan antara Energi dengan Usaha

Sebelumnya telah disebutkan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Bayangkan sebuah bola berada di atas lantai. Bola tersebut kemudian digerakkan ke atas dengan gaya F, akibatnya bola berpindah setinggi h. Hal ini berarti kita melakukan usaha untuk memindahkan bola dari lantai sampai setinggi h. Ketika bola bergerak, bola memiliki energi kinetik. Pada saat bola berada setinggi h, bola memiliki energi potensial. Besarnya usaha yang diperlukan untuk memindahkan bola sama dengan selisih energi kinetiknya atau selisih energi potensialnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa besarnya usaha sama dengan besarnya perubahan energi pada benda.



H. Daya

Daya adalah perubahan energi potensial atau energi kinetik tiap satu satuan waktu. Dengan demikian, daya didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan tiap satuan waktu. Daya merupakan besaran fisika yang mempunyai satuan J/s atau watt. Secara matematis daya dapat dituliskan sebagai berikut.
Jika gaya ototmu melakukan usaha W = 1 joule dalam selang waktu t = 1 sekon menurut persamaan di atas daya dari ototmu adalah :
P =  =  = 1 joule/sekon

Satuan daya dalam SI diberi nama watt (disingkat W) untuk menghormati James Watt, penemu mesin uap. Dengan demikian kita peroleh hubungan satuan.

1 watt = 1 joule/sekon

Satu watt (1W) adalah besar daya ketika usaha satu joule dilakukan dalam selang waktu satu sekon. Misalnya di sebuah lampu tertulis 10 watt, yang berarti bahwa lampu tersebut memindahkan energi listrik menjadi energi cahaya dan panas (melakukan usaha) sebesar 10 joule tiap detiknya.
Satuan daya selain watt antara lain : kilowatt, megawatt, daya kuda ( horse power = HP) = PK (poarde kracht).
Semakin besar daya yang dimiliki oleh suatu benda, semakin besar pula kemampuan benda tersebut untuk mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain.
Penerapan daya dalam kehidupan sehari-hari ada banyak, adapun beberapa contoh daya yaitu sebagai berikut :
1.      Dua pekerja bangunan, A dan B sedang memindahkan beberapa batu bata dari tanah ke atas truk. Dalam waktu yang sama, pekerja A dapat memindahkan lebih banyak batu bata daripada pekerja B. Siapakah yang dayanya lebih besar?? Tentu saja pekerja A, karena dalam waktu yang sama, gaya otot A mampu melakukan usaha lebih besar daripada gaya otot B ( karena A dapat memindahkan batu bata lebih banyak), maka sudah pasti daya A lebih besar daripada B.
2.      Traktor memiliki daya lebih besar dari pada petani ketika keduanya bekerja membajak sawah. Mengapa? Alasannya serupa dengan contoh 1, yaitu dalam selang waktu yang sama traktor dapat melakukan usaha lebih besar daripada petani (karena traktor dapat membajaktanah lebih luas daripada petani).
3.      Saat kamu membeli dua buah bola lampu pijar dengan spesifikasi masing-masing 15 watt dan 60 watt. Manakah daya lampu yang lebih besar? Lampu 15 watt melakukan usaha dengan laju 15 joule dalam satu sekon. Dalam satu sekon yang sama, lampu 60 watt dapat melakukan usaha 60 joule. Karena dalam satu sekon, lampu 60 watt melakukan usaha lebih besar daripada lampu 15 watt, maka daya lampu 60 watt lebih besar daripada lampu 15 watt.










10/06/12

Hukum Newton



Kompetensi dasar :
5.2 Menerapkan hukum Newton untuk menyelesaikan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
Hukum-Hukum Newton Tentang Gerak
·         Hukum I Newton
Hukum I Newton berbunyi “ jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam dan benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.”
Setiap benda bersifat lembam, artinya benda cenderung mempertahankan kedudukanya, yaitu benda diam akan tetap diam dan benda bergerak cenderung tetap bergerak. Hukum I Newton juga menggambarkan sifat benda yang selalu mempertahankan keadaan diam atau keadaan bergeraknya yang dimanakan inersia atau kelembaman. Oleh karena itu, hukum I Newton disebut juga Hukum Kelembaman.
Secara sistematis hukum I Newton dirumuskan :
  F= 0
Artinya, resultan gaya-gaya yang bekerja sama dengan nol. Jika resultan gaya sebuah benda sama dengan nol, berarti benda tersebut tidak memiliki percepatan atau percepatan sama dengan nol.
Contoh penerapan hukum I Newton
1.      Apabila kita sedang naik bus yang sedang berjalan, maka kita juga bergerak terhadap tanah, walaupun kita diam di dalam bus. Apabila kita turun dari bus yang masih dalam keadaan berjalan, agar kita tidak terjatuh, maka kita harus berlari mengikuti gerak bus tersebut.
2.      Apabila kita naik kendaraan yang sedang berjalan dan tia-tiba direm mendadak, kita terdorong kedepan. Tetapi jika kendaraan mua-mula diam kemudian bergerak maju, kita akan terdorong ke belakang.
3.      Kardus yang berada diatas mobil akan terlempar ketika mobil tiba-tiba membelok.
4.      Selembar kertas ang ditauh di bawah gelas berisi air ditarik dengan cepat, maka gelas tidak akan bergerak sedikitpun.
5.      Ketika di depan sepeda motor yang sedang melaju kencang melintas mobil, maka pengemudi motor akan terlempar kedepan saat motor direm secara mendadak.

·         Hukum II Newton
Bayangkan jika suatu lemari didorong oleh kamu dibandingkan dengan didorong dibantu oleh temanmu, maka lemari akan lebih sulit digeser. Dengan demikian, semakin besar gaya yang bekerja pada benda, benda akan bergerak semakin cepat. Sekarang bayangkan pula, jika kamu mendorong sebuah meja dengan gaya yang besarnya sama dengan besar gaya yang digunakan untuk menggeser lemari maka meja tersebut akan bergeser lebih cepat.
 Jadi, dapat kita simpulkan bahwa semakin kecil massa suatu benda, benda akan lebih cepat bergerak. Peristiwa-peristiwa di atas sesuai dengan hukum II Newton yang berbunyi: Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan massa benda.
Bunyi hukum II Newton yaitu “ percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda”.
Secara matematis, hukum II Newton dapat dirumuskan sebagai berikut :


        Keterangan:
      a  : percepatan benda (m/s^2 )
            m : massa benda (kg)


Contoh penerapan hukum II Newton  
1.      Pada gerakan di dalam lift. Ketika kita berada di dalam lift yang sedang bergerak, gaya berat kita akan berubah sesuai pergerakan lift. Saat lift bergerak ke atas, kita akan merasakan gaya berat yang lebih besar dibandingkan saat lift dalam keadaan diam. Hal yang sebaliknya terjadi ketika lift yang kita tumpangi bergerak ke bawah. Saat lift bergerak ke bawah, kita akan merasakan gaya berat yang lebih kecil daripada saat lift dalam keadaan diam.
2.      Jika terjadi tabrakan antara sebuah mobil dengan kereta api, biasanya mobil akan terseret puluhan bahkan ratusan meter dari lokasi tabrakan sebelum akhirnya berhenti. Terseretnya mobil menunjukkan terjadinya perubahan kecepatan pada mobil, karena massa mobil jauh lebih kecil dari pada massa kereta api, maka dengan gaya yang sama mobil medapan percepatan yang sangat besar, sedangkan kereta api tidak mengalami percepatan.


·         Hukum III Newton
Pernahkah kalian melihat seorang yang mendorong tembok? Apakah tembok itu bergeser? Tidak, karena tembok itu lebih kuat dari pada tangan kita, sebaliknya kita akan merasa terdorong ke belakang. Hal ini dikarenakan sebagai reaksi dari dorongan tanganmu tembok balik mengerjakan gaya ke tanganmu. Gaya pada tembok pada tanganmu inilah yang membuat kamu terdorong ke belakang.
Dari ilustrasi tersebut, Newton menyatakan bahwa gaya tunggal yang hanya melibatkan satu benda tak mungkin ada. Gaya hadir jika sedikitnya ada dua benda yang berinteraksi. Pada interaksi ini gaya-gaya selalu berpasangan. Jika A mengerjakan gaya pada B maka B akan mengerjakan gaya pada A. Gaya pertama dapat kamu sebut sebagai aksi dan gaya kedua sebagai reaksi. Ini tidak berarti bahwa aksi bekerja lebih dahulu baru timbul reaksi. Akan tetapi, kedua gaya ini terjadi bersamaan.
Bunyi Hukum III Newton yaitu, “ jika suatu benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua pun mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan”. Kedua gaya tersebut adalah gaya aksi-reaksi. Secara matematis hukum III Newton dirumuskan :
F1 = - F2

                             Dimana :                            F1 = gaya aksi
                                                     F2 = gaya reaksi
Tanda negatif menunjukkan kedua gaya berlawanan arah.
Contoh penerapan hukum III Newton
1.      Untuk dapat bergerak ke depan, gurita memancarkan air ke belakang. Gaya yang terpancar itu diimbangi oleh gaya yang mendorong guria ke depan yang disebut gaya aksi-reaksi.
2.      Mesin roket atau jet melakukan gaya aksi melalui gas buangan ke belakang. Sebagai reaksinya, gas buangan tersebut melakukan gaya yang sama besarnya pada roket atau jet ke depan. Karena massa gas buangan kecil, gaya tersebut terlontar ke belakang dengan kecepatan tinggi. Gaya reaksi gas buangan mampu menggerakkan roket atau jet ke depan.
3.      Saat senapan ditembakkan oleh pemburu maka peluru terlontar, ternyata senapan juga mengguncang bahu pemburu yang menyangga senapan tersebut.
4.      Roda kendaraan melakukan gaya ke belakang pada jalan. Akibatnya jalan juga melakukan gaya dorong sama besarnya ke depan sebagai reaksi.
5.      Pada seorang penyelam, kaki dan tangan penyelam mendorong air ke belakang (gaya aksi) sehingga badan penyelam terdorong ke depan sebagai gaya reaksi.